Home
› Tidak Ada Kategori
Cewek ini Kenapa?
2 min read
Seperti biasanya gue minimal Sebulan sekali pergi ke toko buku, buat nge-cek toko buku, buat lihat-lihat Novel terbaru dan terlama yang layak buat dibeli, tapi kali ini ada kejadian yang gak biasa bagi gue. Pergilah gue ke toko buku, dan gue beranjak ke sebuah rak khusus novel, dan melihat-lihat kumpulan buku.
"Mas, suka baca novel juga ya?". Seorang cewek menyapa dengan halus
"Oh, iya suka" jawab gue sambil membenarkan kacamata.
"Biasanya baca Novel apa?". Cewek itu tanya lagi.
Gue tersenyum kecil menghadapi cewek itu, karena tingkahnya, karena jarang-jarang ada cewek yang memulai sebuah percakapan dengan orang yang tidak dikenali.
"oh itu, biasanya baca novel apa aja sih, yang penting enak dibaca. hehehe". Tambah gue sambil mengambil sebuah novel di rak buku.
"Punya Koleksi Novel berapa? Cewek itu bertanya lagi dengan sedikit lantang.
"lumayan sih, kebanyakan sih dari Buk*ne (Penerbit)" jawab gue dengan santai.
Gue agak bohong, gue gak punya sebanyak seperti yang dibicarakan.
"Sekolah atau kuliah?" tanya cewek itu yang terlihat basa-basi.
"Kuliah" jawab gue dengan suara sedikit diberatkan.
Gue masih heran sama orang ini, kenapa bisa dia berani melakukan percakapan ini.
"dari semua koleksi Novelnya, buku yang mana paling suka?". tanya cewek itu dengan senyum tipis.
"dari semuanya paling suka sama novel Radio Galau FM yang ditulis Bernard Batubara" Jawab gue lagi sambil meletakan novel yang tadi gue ambil.
"Kenapa suka?" Tanya lagi cewek itu dengan mata sedikit berbinar.
"Ya, suka aja, karena ceritanya ngena banget, ceritanya sederhana dan mudah dicerna". Jawab gue agak males.
Gue udah agak males sebenernya dengan cewek ini, kebanyakan nanya, tapi kalo dilihat-lihat wajah cewek ini enak dilihat juga, haha, jadi malesnya agak meredam.
"Boleh pinjem gak novelnya?". pinta cewek itu.
"-_______-". gue bingung.
Gue langsung nelpon temen gue yang emang ada janji ketemuan, gue pura-pura sibuk dengan telponan gue, dan beranjak pergi menjauh, dan keluar dari toko buku. Setelah keluar gue langsung matiin telpon, dan merenungkan sejenak kejadian tersebut.
Pertama, kenapa itu cewek Berani mau pinjem Novel gue, sedangakan belum kenal,
Kedua, Gue takutnya itu seorang yang kenal, tapi gue lupa. hahaha
Ketiga, Bayangin kalo gue kasi pinjem, nanti dia minta kontak gue, ketemnuan dan pijem, nanti sering chat, terus akrab, nanti suka, terus jadian, ah udah kayak FTV.. wkwkwkwkwk
Keemat, mungkin gue terlalu berlebihan menyikapinya.